Konselor Itu Mulia


 


oke.. pengalaman merupakan ilmu yang sangat berharga bagi saya. Saya mendapati seorang klien yang mempunyai permasalahan yang lumayan serius, yaitu masalah boros atau orang nya kadang suka menghambur-hamburkan uang. Orang ini kerap di manjakan oleh kedua orang tuanya, dari segi mendidik orang tuanya kurang menanamkan jiwa kemandirian terhadap anaknya ini.


Kronologi masalahnya, anak ini ketika berjalan-jalan dan melihat barang-barang yang menurutnya bagus selalu berambisi ingin membelinya. Ketika barang tersebut dibeli dan dibawanya kerumah, ternyta dia tidak sadar sebenernya barang ini buat apa karna ga terlalu penting-pening amat. initentusaja hal yang sangat serius. karna dalam hal ini dia tidak bias mengontol keinginanya dan ini mendekati  Hedonisme.


Dalam menangani hal ini saya menggunakan teori pendekatam Logotrapi. Logotrapi  merupakan teori yang diperkenalkan oleh viktor Frankl, seorang dokter ahli saraf dan jiwa (nero-psikiater). Logotrapi berasal dari kata “logos” yang dalam bahasa Yunani berarti makna dan juga rohani sedangkan trapi adalah penyembuhan atau pengobatan.


Pada proses penanganan masalahnya saya hanya memberikan pengertian bahwa, hidup itu harus penuh kesiapan dan perlu dimaknai, dari berbagai peristiwa atau anugrah yang diberikan tuhan kepada kita. Saya memberikan bayangan yang pait kepada si A bahwa, bagaimana jika orang tuanya tidak mampu lagi membiayainya entah itu karna smakin hari semakin tua, entah itu bangkrut bahkan meninggal. Kemudian saya memberikan sedikit cerita kepada si A bahwa sanya pernah ada suatu kejadian seorang anak yang keluarganya kaya, berkecukupan dan tentu saja dia hidup dengan kemewah-mewahan. Kemudian pada suatu saat orang tuanya yang kaya ini sakit dan meninggal dunia, lalu anaknya yang manja ini dan blm paham akan kehidupan tidak sanggup hidup senidiri hartanya ia habiskan sampai dengan terjatuh miskn. Satu permasalahan yang paling pentin dari cerita ini bahwa, anak tersebut tidak bisa mengelola uang, perusahaan dan pada intinya kurang kemandirian.


Setelah saya bercerita tentang hal itu, diapun mulai sedikit menyadari bahwa dia harus mempunyai tujuan hidupnya dan persiapan yang matang. Kemudia, seteh itu, untuk membantu lebih menyadarkannya saya pun menyuruhnya mengamalkan  Istighfar setelah solat 5 waktu dan ketika melihat barang yang ia lihat dan menarik perhatiannya segera sadar dan bacakan Istigfar. Sehingga ketika si A melihat barang yang di suakainya diapun akan teringat bahwa boros itu hanya akan merugikan dirinya dan keluarga.

Komentar