Dekatlah Dengan Al-Qur’a niscaya Hidupmu Bahagia
Al-Quran diturunkan oleh Allah sebagai pedoman hidup manusia. Tidak ada keraguan sedikitpun yang di dalamnya terdapat solusi dari setiap permasalahan di dalam hidup ini. Ketika kita mengkaji dan mempelajari Al-Quran lebih dalam, maka bersiaplah untuk takjub. Takjub ketika menemukan sebuah solusi dari permasalahan yang sekian lama berusaha untuk diselesaikan, ternyata telah Allah turunkan kunci penyelesaiannya sejak dahulu, 1400-an tahun yang lalu.
Al-qur’an adalah firman allah SWT yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Al-qur’an sebagai pedoman, sebagai petunjuk untuk umat manusia. Sebagaimana petunjuk Al-qur’an memuat segala hal khususnya tentang manusia dan permasalahan-permasalahan yang di hadapinya. Membaca Al-Quran akan menjadi sebuah nikmat tersendiri serta dapat menjadi pelipur ketika sedang sedih. Sebaliknya, jika hati ini menjadi tidak hidup ketika membaca atau mendengarkan lantunan indah ayat Al-Quran, maka kondisi iman kita patut dipertanyakan. Belum lagi ketika kita jarang “bercengkerama” dengan Al-Quran, dengan berbagai alasan, “Gak sempat… Gak ada waktu”. Lagi-lagi kondisi iman kita patut dipertanyakan
Sudah sejauh mana kita dekat dengan Kitab pedoman solusi hidup ini?
Dekat disini adalah bukan hanya
sekedar dekat dan trus mendekati al-qur’an, tetapi melainkan oang yang dimaksud dekat ini, dia
yang selalu mempelajari, mengajarkan dan memperaktekannya pada kehidupan
sehari-harinya.
Orang yang dekat dengan Al-qur’an
dan mengamalkan isi Al-qur’an pada kehidupan sehari-harinya sudah dipaastikan
hidupnya akan damai tentram. Walaupun memang ada permasalahan atau mengahdapi
masalah orang tersrsebut tidak akan terlalu kebingungan karna kunci permasalaan
ada pada pada kitab suci Al-qur’an.
Saya menganalisis orang yang
hidupnya dekat degan al-qur’an dan mengamalkannya. Pada kehiupannya orang ini
seperti tidak pernah mempunyai permasalahan. Orang tersebut dikala ada masalah
selalu tenang, selalu bersukur, selalu tawadhu dan dalam hidupnya banyak dipuji
serta disukai banyak orang. dalam rumahnya telihat nyaman, walaupun ke adaan rumahnya sederhana tidak mewah. Tapi al-Qur'an memberikan kenyamanan di dalam keluarganya.
Kemudian, saya juga menganalisis
kehidupan seseorang yang sebaliknya jauh dengan Al-qur’an. Dilihat daripada
keluarganya seperti kurang adanya saling menghargai dan membesarkan. Konflikpun
mudah terjadi dan cepat membesar. Mereka kurang adanya rasa bersukur terlihat
ketika mereka mendapat rezeki. Dalam kenyataannya mereka selalu mengeluh entah
itu kurang banyak, tidak cukup dan lain sebagainyaa.
Astagfirullah-astagfirullah semoga kita dijadikan sebagai orang-orang yang dekat dan mencintai serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an.
/
Komentar
Posting Komentar