“Yang Jujur dan Sepenuh Hati Tidak Lagi di Idolakan”


Banten merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Banten sendiri adalah provinsi yang berada di Tatar Pasundan, serta wilayah paling barat di Pulau Jawa. Ibu Kota Banten adalah Serang. Sebagai provinsi yang memiliki luas 9.663 km, Banten memiliki 4 kabupaten dan 4 kota. Diantaranya : Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Rangkasbitung, Kabupaten Ciruas, dan Kabupaten Tigaraksa sedangkan kota yaitu : Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Jumlah penduduk di Banten mencapai 11.83 juta pada tahun 2014.

Sebagai Provinsi yang memiliki kebijakan-kebijakan dan bercita-cita menjadi Provinsi yang lebih baik lagi, Banten perlu adanya pemimpin yang tangguh, cerdas, adil, cakap dan bertanggung jawab, untuk melanjutkan pembangunan, pembaruan serta mengevaluasi dan  menjalankan kinerja yang belum di realisasikan pemerintah sebelumnya.

Sebagaimana kita ketahui  bahwa, Provinsi Banten terkenal dengan budayanya, agamanya, tempat wisatanya dan lain sebagainya. Melihat hal ini tentulah kita memerlukan Pemimpin yang ber cita-cita besar smangat yang tinggi untuk membangun dan menjaga serta memelihara Provinsi ini baik dari kota maupun kabupaten.

seperti halnya Provinsi yang lain banten melakasanakan pemilihan untuk menentukan pemimpin atau pesta demokrasi disinilah rakyat menunjukan kedaulatannya dengan memilih siapapun yang dikehendakinya. Masa-masa seperti inilah yang sering terjadinya konflik ataupun money politics. Namun berdasarkan analisis saya, yang sering terjadi di Banten ini ketika hendak di adakan pilkada adalah money politics, yaitu suatu proses usaha untuk mempengaruhi orang lain dengan menggunakan imbalan materi atau dapat juga diartikan jual beli suara pada proses politik dan kekuasaan atau tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai unatuk mempengaruhi suara pemilih. Ini merupakan suatu hal yang dapat merusak hasil daripada demokrasi. Dengan adanya money politics masyarakat banten biasanya akan mudah terpengaruh walaupun tidak semu. Akan tetapi, bisa dipastikan hal tersebut pengaruhnya besar dalam menarik simpatik masyarakat khsusnya masyarakt awam. Mereka bisa berbalik suara yang tadinya dari hatinya sudah mempunya tujuan untuk siapa suaranya diberikan tetapi, karna adanya pemberian uang dari calon lain tujuan awal nya akan luluh. Ini sering terjadi dan yang lebih seringnya di masyarakat  pinggiran dan pedesaan. Jika hal tersebut terus dilakukan saya khawatir cita-cita masyarakat Banten untuk mepunyai  pemimpin yang jujur dan bener-bener sepenuh hati ingin memajukan dan membangun banten ini tidak dapat terwujudkan. Karena ini akan mempersulit calon. Secara otomatis berarti orang yang mempunyai niat dan smangat yang besar serta tulus dalam memajukan Banten tetapi, tidak mempunyai kekayaan lebih akan kalah dengan orang yang biasa saja dalam smangat membangun tetapi kekayaannya melimpah. Tentu saja hal tersebut akan membuat para calon sejati akan berpikir dua kali untuk mecalonkan dirinya.

Jadi hal seperti ini harus di pikirkan dan harus diambil sebuah tindakan. Teruntuk masyarakatnya tetaplah pegang teguh tujua dan niat yang ada  dalam hati Karena suara daripada kita itu akan menentukan Banten untuk beberapa tahun kedepan jika suara masyarakat dapat dibeli seperti itu maka, yang kaya akan lebih kaya lagi dan yang miskin akan tertindas serta Banten bukannya lebih baik tetapi akan lebih mengalami kemunduran. Masyarakat juga harus benar-benar sadar bahwa, uang itu hanya bersifat sementara dalam waktu sehari saja uang tersebut akan habis tetapi lihatlah efek daripada suara mereka yang dapat dibeli, efeknya akan bertahun-tahun untuk Banten yang lebih baik atau lebih terpuruk.





Komentar