“Menjaga Serta Melestarikan Nilai dan Norma Sosial yang Ada di Banten”
Siapa yang tidak kenal dengan Banten. Provinsi ini secara geografis
dekat dengan jawa barat danpulau sumatra. Dengan populasi penduduk mencapai
9.308.344 pada tahun 2005. Sedikit ke arah barat terdapat gunung berapi
terkenal yaitu gunung krakatau yang terakhir meletus besar pada tahun 1883.
Banten terletak sekitar 8 derajat di selatan garis katulistiwa dengan beriklim
tropis. Dari segi Agama Banten terkenal kiyainya dengan seribu santri dan
dakwah dimana-mana sehingga membuat masyarakat banten teguh dan erat dalam
beragama.
Dari segi sosial Banten terkenal dengan sosial yang sangat tinggi,
terbukti ketika ada salah satu tempat terkena musibah seperti bsnjir yang tidak lama terjadi di daerah pandeglang, lebak dan lain sebagainya warga banten yang lain
sangat antusias untuk menymbang apa yang bisa mereka sumbangkan disanalah
terlihat dan terasa kehangatan dan kebersamaan warga banten yang sosialnya
tinggi,
Sosial merupakan sifat yang melekat pada setiap individu, dimana
mereka cenderung untuk selalu berhubungan dengan orang lain. Kehidupan sosial yang baik secara garis besar
ajaran islam bisa di kelompokan dalam dua kategori yaitu habluminallah hubungan
pertikal manusia dengan tuhan dan hablumminannas hubungan manusia dengan
manusia. Allah pun menghendaki kedua hubungan tersebut seimbang walaupun
hablumminannas lebih banyak di tekankan. Namun semua itu bukan berarti lebih
mementingkan urusan kemasyarakatan, tetapi hal itu tidak lain karena hablumminannas
lebih kompleks dan lebih komprehensif. Oleh karena itu suatu anggapan yang
salah jika islam dianggap sebagai agama transedental.
Tetapi
tidak bisa dipungkiri di banten yang luas ini dengan dihuni ribuan penduduk
tentunya banyak kesenjangan-kesenjangan didalamnya.
Kesenjangan merupakan ketidakseimbangan atau ketimpangan sosial
yang terjadi di dalam masyarakat, dimana kondisi tersebut akan menimbulkan
sebuah perbedaan yang signifikan di dalam masyarakat.
Seperti yang dipaparkan di atas, bahwa masyarakat banten tinggi
akan pengetahuan dan keteguhan agama, sosal dan memiliki asas kekeluargaan di
maasyarakatnya tetapi meskipun begitu seriring
dengan perkembangan jaman dan teknologi
yang semakin canggih, banten saat ini sedikit demi sedikit jati diri banten
mulai pupus, seperti saat ini seolah-olah banten belum siap dengan perkembangan
zaman yang semakin moderen, banten tergoyahkan dan banyak nilai-nilai positif
yang hilang dari banten. Saat ini banyak kesenjangan-kesenjangan yang dialami
masyarakat banten khususnya akhlak dan moral (habluminannas), banyak degredasi
moral yang terjadi bahkan yang menjadi sasaran atu korban moral, etika dan
nilai itu anak-anak dan pemuda yang nantinya mereka akan menjadi peminpin yang
akan meneruskan provinsi ini. Jika seperti ini bagaimana mereka bisa menjadi
peminpn ? fakta saat ini banyak
peminpin-peminpin yang dzolim terhadap rakyatnya saya reringkali berbaur dengan
masyarakat-masyarakat di peloksok baten dan tidak sedikit keluhan-keluhan
mereka tentang pemerintahan. Disini telah terbukti bahwa degredasi moral dan
ksenjangan sosial yang dialami pemimpin kita pada muda dulu itu sangat
berpengaruh terhadap cara dia bersosialisasi dan kepada kepemimpinanya baik di
jajaran atas maupun di kalangan masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang memiliki kepentingan
bersama memiliki budaya dan lembaga yang khas. Masyarakat juga bisa dipahami
sebagai sekelompok orang yang terorganisir karena memiliki tujuan bersama. Masyarakat
juga merupakan pelopor kemajuan atau terbentuknya provinsi bahkan indonesia
yang luas ini., masyarakat yang maju dan kreatif akan memberikan suatu nilai plus terhadap
provinsinya dan masyarakat yang terpuruk dampak yang diberikan adalah negatif.
Maka dari itu masyarakat adalah plopor kemajuan suatu provinsi.
Jika dilihat banten sekarang seolah-oleh terbawa akan arus
globalisasi dan perkembangan jaman seakan hilang akan jati diri banten yang
sebenarnya. Banten pada dewasa ini harusnya dapat menjaga dan melestarikan ke
khasan ke alamiyahhan yang ada di banten ini, banten tidak harus melawan era globalisasi dan kemajuan teknologi tetapi
harus bias menyeimbangkan serta lebih bijaksana masyarakatnya dalam pemanfaatan
dan menerima dengan penuh ke siapan serta harus lebih mampu melestarian ahlak
dan social yang sudah ada dan tertanam sejak dulu didalam maasyarakat banten.
Jika kita biarkan dan kita tidak siap akan pekembangan jaman dan
globalisai maka sekali lagi banten akan hanyut oleh perkembangan jaman yang
saat ini semakin modern, kemoderenan yang masuk kedalam masyarakat jika tidak
mampu diterima dengan penuh kebijakan dan penuh kesiapan akan mempengaruhi
bagaimana masyarakat dalam bersosialisasi dan bertingkah laku, maka banten yang
dulunya terkenal dengan santri dan kiayinya maka akan kalah dan hilang akan
tanda pegenal yang demikian itu. banten akan sedikit demi sedikit terkikis baik
dari sosial, agama, akhlak dan tingkah lakunya, banten akan kehilangan jati
diri sehingg hal ini menjadi ancaman bagi kemajuan banten dan penghalang bagi
visi, misi banten untuk banten yang lebih baik. Maka dari itu marilah kita
bendung dan melakukan penyaringan akan suatu hal yang dapat merusak jati diri
dan ciri khas banten, kita lestarikan kita lindungi dan kita jaga keaslian
banten yang ada dari jaman dulu sampai sekarang
hingga kedepan nanti untuk banten yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar