Kopetensi
Sosial Guru BK
Abstrak
Kopetensi
sosial guru BK adalah salah satu kopetensi yang harus dimiliki oleh seorang
guru bk, karena dengan menguasai kopetensi ini guru bk dapat menjalankan
tugas-tugasnya dengan baik berdasarkan landasan keilmuan. Kopetensi sosial ini
mencakup hubungan-hubungan harmonis dengan berbagai pihak. Entah itu hubunga antara guru bk dengan
siswa, guru bk dengan keluarga siswa, guru bk dengan sesama guru lainnya dan
guru bk dengan masyarakat sekitarnya. Kopetensi ini sangat penting sekali
khususnya bagi guru bk dan umumnya bagi guru yang lainnya. Kopetensi ini akan
membina dan mengatur hubungan yang baik dalam menjalankan tugas seorang guru
bk.
Kata Kunci : Kopetensi sosial seorang guru bk
BAB
I Pendahuluan
Latar
Belakang
Kopetensi merupakan panduan dari pengetahuan keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam
kebiasaan berfikir dan bertindak. Menurut Muhaimin, kompetensi adalah
seperangkat tindakan intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki
seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam
bidang pekerjaan tertentu. Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran,
ketetapan, dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus ditunjukkan
sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu pengetahuan,
teknologi maupun etika. Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang
tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari masyarakat
sekitar seperti berkomunikasi lisan dan tulisan, menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi secara profesional dan laiin sebagainnya.
Rumusan Masalah
1.
Apasaja indikator dari kopetensi sosial
2.
Bagaimana cara mengimplementasikan kopetensi sosial guru
bk
Tujuan Penelitian
1.
Mengungkapkan indikator-indikator kopetensi sosial guru
bk
2.
Memahami indikator sosial guru bk
Manfaat penelitian
Adapun manfaatnya :
1. Pembaca
dapat mengetahui apa saja indikator sosial pada guru bk
2. Agar
dapat memersiapkan diri sebaik mungkin untuk menguasai kopetensi sosial
tersebut agar menjadi guru yang profesional.
BAB
II Konsep Teori
a. Landasan
Teori
Terdapat beberapa teori mengenai kopetensi sosial :
Menurut Semrud-Clikeman (2007) kompetensi
sosial adalah
kemampuan untuk mengambil
perspektif orang lain pada situasi tertentu yang
dipelajari dari pengalaman
sebelumnya yang akan diterapkan dalam perubahan
sosial yang dihadapi.
Fabes, Gaertner, & Popp (2008)
menyimpulkan pengertian
kompetensi sosial sebagai tingkat
efektivitas seseorang dalam berinteraksi sosial
dengan orang lain.
Konsep tentang kompetensi sosial (sosial competence)
sering dibedakan
dengan istilah keterampilan sosial (social skill).
Konsep sosial skill lebih
merupakan perilaku yang secara spesifik diperlukan
untuk melaksanakan tugas
secara penuh, sedangkan pengertian kompetensi social
lebih bersifat umum
yaitu bagaimana seseorang mampu melaksanakan
tugas-tugas sosial secara
tepat.
Kerangka
berfikir (konsep yg dituangkan
dalam penelitian)
Beberapa Kompetensi Guru BK
|
Pedagogik
|
1.
Menguasai karakteristik peserta
didik
2.
Menguasai teori belajar dan
prinsip-prinsip
3.
Pengembangan kurikulum
4.
Kegiatan pembelajaran yang
mendidik
5.
Pengembagan potensi peserta didik
6.
Komunikasi dengan peserta didik
7.
Penilaian dan evaluasi
|
|
Kepribadian
|
1.
Bertindak dengan sesuai norma
agama,hukum,sosial dan kebudayaan nasional
2.
Menunjukkan pribadi yang dewasa
dan teladan
3.
Etos kerja, tanggung jawab yang
tinggi, rasa bangga menjadi guru
|
|
Sosial
|
1.
Bersikap inklusif, bertindak
obyektif, serta tidak diskriminatif
2.
Komunikasi dengan sesama guru,
tenaga kependidikn, orang tua, peserta didik, dan masyarakat
|
|
Profesional
|
1.
Penguasaan materi, struktur,
konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu
2.
Mengembangkan keprofesionalan
melalui tindakan yang reflektif
|
Kompetensi
sosial adalah sebuah kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang pendidik
sebagai salah satu sarat agar seorang guru tersebut menjadi guru yang
profesional. Kopetensi ini membahas tentang keahlian-keahlian guru bk dalam
bidang sosial entah itu berkomunikasi dengan baik sehingga dapat dipahami oleh
semua sisa, menjalin hubungan yang baik dengan siswa, dengan orang tua/wali
siswa, dan dengan masyarakat disekitarnya. Menguasai kopetensi ini akan membuat
seorang guru bk lebih mudah dalam menjalankan tugasnya sebagi koselor disekolah
khususnya dan umumnya diluar sekolah.
Konsep yang dituangkan dalam penelitian ini adalah
konsep perencanaan yang mana sebelum memulai meneliti kami melakukan
perencanaaan terlebih dahulu.
Kiita langsung obserpasi dengan turun langsung
kelapangan adapun pengambilan datanya kita menggunakan teknik wawancara dengan
mengambil sempel secara acak.
BAB
III Metode
1. Metodologi
penelitian
Adapun metodenya,
penelitian ini menggunakan metode kualitatif
2. Subjek
objek penelitian
Subjek yng diteliti
adalah kopetensi guru bk. Subjeknya yaitu kopetensi sosial guru bk
3. Populasi
Populasinya adalah
seluruh masyarakat Mts 1 Kota Serang
4. Instrumen
Adapun alat pengumpulan
datanya, penelitian ini menggunakan observasi dan teknik wawancara
5. Analisis
Data
BAB
IV Pembahasan hasil penelitian
A. Deskripsikan
hasil penelitian
Hasil penelitian kami menjelaskan bahwa kopetensi
sosial guru bk di Mts 1 Kota serang sudah memenuhi kriteria karna kopetensi itu
sendiri sudah dimiliki oleh guru bk tersebut. Dibuktikan dengan adanya hubungan
yang harmonis antara guru bk dengan siswa,
hubungan sisiwa dengan siswa laiinnya dan hubungan guru bk dengan
masyarakat sekitarnay. aktifitas-aktifitas nyata atau program yang dibuat oleh
guru bk itu sendiri diantaranya adalah membuat gerakan konselor muda yang
beranggotakan siswa-siswi Mts itu sendiri denagn tujuan membentuk
konselor-konselor muda yang dapat bermanfaat,
sehingga dengan adanya gerakan ini masalah-masalah sosial siswa-siswi
dapat ditangani oleh angota-anggotanya ini, gerakan ini juga bertujuan untuk
menarik minat siswa-siswi agar tidak canggung dalam berkomunikasi dan
menyampaikan keluhan-keluhan atau masalah-masalahnya kepada konselor sekolah
tersebut.
B. Pembahasan
penelitian
Dalam penelitian ini membahas tentang kopetensi sosial
guru bk. Kopetensi ini mencakup tentang
hubungan guru bk dengan siswa, hubungan guru bk dengan orang tua/ali,
hubungan guru bk dengan masyarakat dilingkungan sekitar dan hubungan-hubungan
yng laiinnya. yang mana kopetensi ini sangat urjen dan harus dimiliki seorang
guru bk agar guru bk tersebut menjardi guru bk yang prfesional .
BAB
V
a.
Simpulan
generalisasi hasil penelitian
Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga
kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Adapun
indikator yang harus dipenuhi yaitu :
1. Berkomunikasi lisan
dan tulisan
2. menggunakan tekhnologi
komunikasi dan informasi secara fungsional
3. bergaul secara efektif
degnan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, peserta didik, dan
4. bergaul secara santun
dengan masyarakat sekitar.
Indikator ini berkaitan
erat dengan empat pilar pendidikan dan kode etik Guru dan Dosen.
b.
Saran
Sebagaimana kita
ketahui untuk menjalin hubungan yang baik tidaklah mudah kita perlu memahai
kepribadian seorang terlebih dahulu, kepribadian seseorang berbeda-beda ada
yang pribadinya pendiam, pemarah, keras kepala, cermat dan lain sebagainnya.hal
yang seperti itu tidak akan sama dalam hal berkomunikasi kita perlu
teknik-teknik yang harus dikuasai. Saya ulangi untuk menghadapi hal yang
seperti itu kita harus memiliki teknik-teknik keahlian, salah satunya adalah
keahlian dalam bersosial dalam berkomunikasi atau kopetensi sosial.
Setiap tenaga
pendidik haruslah bisa menguasai kompetens sosiali tersebut agar mampu menjadi
guru yang profesional. Sehingga kepercayaan peserta didik terhadap
profesionalitas kerja seorang tenaga pendidik lebih mantap dan tidak ada
keragu-raguan di dialamnya.
Komentar
Posting Komentar